Tim Berkuda Memanah Maros Kembali Juara Umum, Empat Atlet Perkuat Tim

pemprov-sulsel

HARSYANEWS.ID,MAROS-Kabupaten Maros kembali membuktikan dominasinya di cabang olahraga (cabor) berkuda memanah setelah berhasil mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026.

 

Tim Horse Back Archery Kabupaten Maros sukses mengulang prestasi pada babak kualifikasi (BK) Porprov Sulsel sebelumnya.

 

Salah satu atlet yang turut mengantarkan Maros mempertahankan gelar tersebut adalah Muhammad Fathan Chaidir, putra Bupati Maros, Chaidir Syam.

 

Fathan berhasil menyumbangkan medali emas pada kategori beregu bersama M Hidayat, Nuradin, dan Danish.

 

Tak hanya emas beregu, pemuda berusia 25 tahun itu juga meraih medali perak pada kategori Serial Shoot Senior.

 

Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari kontribusi tim berkuda memanah Maros dalam mempertahankan posisi sebagai yang terbaik di cabang olahraga tersebut.

 

Fathan mengungkapkan, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum bukanlah hasil yang diraih secara instan.

 

Menurutnya, tim harus melalui proses persiapan yang cukup panjang dengan memperhatikan berbagai kebutuhan pertandingan.

 

Mulai dari perlengkapan, kondisi kuda, hingga kesiapan fisik dan mental masing-masing atlet.

 

Sebab, dalam olahraga berkuda memanah, kemampuan membidik sasaran saja tidak cukup.

 

“Tetapi juga bagaimana membangun keselarasan antara atlet, kuda, teknik, dan mental bertanding,” bebernya.

 

Di balik keberhasilan tersebut, tim Maros juga menghadapi sejumlah kendala selama persiapan.

 

Salah satunya adalah kesibukan masing-masing atlet yang membuat waktu latihan menjadi terbatas.

 

Fathan mengaku, dua atlet, termasuk dirinya, belum bisa menjalani latihan secara maksimal karena terbentur amanah dan tanggung jawab pekerjaan.

 

Sementara satu atlet lainnya, Danish, juga harus menjalankan kewajibannya di lingkungan pesantren.

 

“Satu atlet lainnya, Danish, juga harus menjalankan kewajibannya di lingkungan pesantren,” sebutnya.

 

Dengan kondisi tersebut, waktu yang tersedia untuk mematangkan persiapan hanya sekitar satu hingga empat hari sebelum pertandingan.

 

Meski demikian, keterbatasan waktu tidak membuat mereka kehilangan semangat untuk memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Maros.

 

Tim tetap memanfaatkan kesempatan latihan yang tersedia, mengevaluasi kekurangan, mempersiapkan perlengkapan, serta memastikan kondisi atlet dan kuda sebelum pertandingan.

 

“Untuk memaksimalkan kesiapan sebelum pertandingan, atlet yang luang mempersiapkan diri dengan latihan keras juga pastinya walaupun ada kesibukan tersendiri juga pastinya,” katanya.

 

Fathan mengatakan, kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan raihan sejumlah medali sekaligus keberhasilan mempertahankan gelar juara umum.

 

“Alhamdulillah, segala usaha, doa, dan kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil yang sangat membanggakan. Tim Horse Back Archery Kabupaten Maros yang diperkuat oleh Fathan, Danish, Hidayat, dan Nuradi berhasil keluar sebagai juara umum pada ajang Porprov Sulawesi Selatan 2026 ini,” sebutnya.

 

Adapun hasil yang diperoleh tim berkuda memanah Maros pada Porprov Sulsel XVIII 2026 yakni tiga medali emas kategori beregu/tim yang diperkuat Muhammad Fathan, M Hidayat, dan Nuradin.

 

Kemudian satu medali emas kategori Indonesia Style yang diraih M Hidayat.

 

Satu medali emas lainnya diperoleh Nuradin pada kategori Triple Shoot.

 

Sementara Muhammad Fathan menyumbangkan medali perak pada kategori Serial Shoot Senior.

 

Meski berhasil kembali menjadi juara umum, Fathan mengakui pencapaian tim belum sepenuhnya maksimal.

 

Pasalnya, mereka juga menghadapi kendala selama pertandingan, termasuk kondisi kuda yang sempat mengalami cedera.

 

“Pencapaian ini memang belum terasa maksimal karena ada beberapa tantangan dan kendala. Kuda kami sempat cedera saat perlombaan,” ungkapnya.

 

Kendati demikian, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum menjadi pencapaian penting bagi tim Horse Back Archery Maros.

 

Terlebih, hasil tersebut kembali menegaskan kemampuan atlet Maros bersaing dan mempertahankan prestasi di tengah berbagai keterbatasan.

 

Bagi Fathan, keberhasilan tersebut bukan hanya tentang jumlah medali yang berhasil dibawa pulang.

 

Menurutnya, pencapaian itu menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu, kesibukan pekerjaan, dan tanggung jawab masing-masing atlet bukan penghalang untuk tetap berprestasi.

 

“Kami percaya bahwa hasil terbaik tidak selalu lahir dari kondisi yang sempurna, tetapi dari kesungguhan untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang tersedia,” tuturnya.

 

Ia juga menilai kekompakan, kepercayaan, semangat, dan kemauan untuk saling menguatkan menjadi bagian penting dalam keberhasilan sebuah tim.

 

Fathan pun menyampaikan terima kasih kepada para pelatih, pendukung, keluarga, serta seluruh pihak yang telah memberikan doa dan dukungan kepada tim berkuda memanah Kabupaten Maros.

 

“Dari persiapan yang penuh keterbatasan, Allah izinkan kami pulang membawa hasil terbaik. Dari perjuangan yang tidak mudah, kami kembali membuktikan bahwa Maros mampu berdiri sebagai yang terbaik,” tutupnya.

Leave a Reply