MAKASSAR — Tim Indonesia Financial Group (IFG) melalui IFG Progress berkunjung ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin (Unhas), Jumat, 2 Oktober 2026. Kunjungan ini bertujuan meninjau perkembangan riset kolaborasi antara IFG dan FEB Unhas dalam Program Joint Research 2026.
IFG merupakan holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi yang kini menjadi bagian dari Danantara Indonesia, sedangkan IFG Progress adalah lembaga think tank milik IFG.
Riset yang ditinjau berjudul “Model Prediktif Loss Ratio pada Kredit UMKM: Pendekatan Machine Learning dengan Integrasi Karakteristik Kedaerahan dan Perilaku Debitur di Indonesia”. Penelitian ini masuk dalam topik prioritas IFG dan berlangsung selama enam bulan, dari Juni hingga Desember 2026.

Proposal tim Unhas lolos melalui seleksi berlapis. Dari 131 proposal yang masuk dari berbagai Universitas di Indonesia, 15 proposal melaju ke tahap penilaian kedua. Akhirnya, hanya delapan proposal dari tujuh perguruan tinggi yang terpilih, salah satunya Unhas.
Tim riset Unhas diketuai oleh Rizky Utami, S.E., M.Acc.Fin., yang merupakan dosen Program Studi Akuntansi FEB Unhas. Anggotanya adalah Muhammad Fitratallah Dahlan, S.H., M.H. (Ilmu Hukum); Baginda Hamzah, S.T., M.B.A. (Ilmu Manajemen); dan Illuminata Wynnie (Aktuaria), S.Si., M.Si. Salman Samir, S.E., M.Sc. (Ilmu Ekonomi). Tim ini bekerja secara interdisipliner memadukan kompetensi di bidang ekonomi dan keuangan, manajemen, hukum, dan aktuaria.
Dalam pertemuan tersebut, tim peneliti FEB Unhas memaparkan perkembangan riset, mulai dari kerangka penelitian dan metodologi hingga temuan awal. “Saat ini tim tengah mengolah data sekunder serta menjalankan pengumpulan data lapangan melalui survei kepada debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) UMKM dibeberapa Kabupaten dan Kota di Sulawesi Selatan,” ungkapnya
Secara sederhana, loss ratio menggambarkan seberapa besar kerugian yang harus ditanggung lembaga penjamin dan pembiayaan akibat kredit yang gagal dibayar. Dengan memanfaatkan machine learning, potensi risiko dapat dibaca lebih awal sehingga langkah pencegahan bisa disiapkan sebelum kerugian terjadi.
Dekan FEB Unhas, Prof. Dr. Mursalim Nohong, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi kerja tim peneliti.
“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan IFG dan kerja keras tim. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara FEB Unhas dan IFG, dan semakin menguatkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri keuangan sehingga memberi dampak berarti bagi pengembangan pelaku UMKM di Indonesia,” ujarnya.
Nada Serpina, PIC IFG Progress yang menangani kajian dan riset, menyebut kolaborasi dengan FEB Unhas memiliki arti tersendiri. Menurutnya, ini kali pertama bekerja sama dengan peneliti Unhas. Dari kampus-kampus yang terpilih, Unhas meneliti topik yang menjadi isu strategis bagi kami. Jadi kunjungan kami ini untuk memastikan riset berjalan sesuai rencana dan hasilnya relevan bagi industri,” katanya.
Salman Samir, anggota tim yang mempresentasikan temuan sementara dari penelitian ini mengungkapkan sejumlah variabel yang menentukan risiko kredit pelaku UMKM, dua diantaranya adalah riwayat bayar masa lalu, tingkat literasi keuangan dan karakteristik desa. Tim memadukan data Potensi Desa (Podes) dari Badan Pusat Statistik dengan data survei langsung kepada pelaku usaha.
“Kami berharap temuan ini memberi informasi baru yang berguna bagi industri dan pemerintah, seperti Jamkrindo, perbankan, Dinas UMKM dan IFG, dan terutama bagi UMKM itu sendiri, agar bisa terhindar dari risiko gagal bayar,” jelasnya.
Hasil akhir riset dijadwalkan rampung pada Desember 2026. Temuan ini diharapkan menjadi pengetahuan untuk kebijakan bagi lembaga penjaminan dan pembiayaan serta pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan UMKM. (*)


Leave a Reply