HARSYANEWS.ID,MAROS- Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-62. Perayaan digelar di kawasan Perumahan Permata Lion Residence, Desa Tenrigangkae, Jumat (21/8/2026) malam.
Meski tidak dapat hadir secara langsung dikarenakan berada di luar kota, Bupati Maros Chaidir Syam tetap menyampaikan sambutan melalui sambungan Zoom.

Dalam sambutannya, Chaidir menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Desa Tenrigangkae karena tidak dapat hadir secara langsung dalam perayaan HUT desa.
“Pertama-tama saya dengan nama pribadi memohon maaf karena tidak dapat hadir langsung di Desa Tenrigangkae. Saya sekarang berada di Tarakan, di Kalimantan,” kata Chaidir dalam sambutannya melalui Zoom.
Chaidir menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian dan prestasi Desa Tenrigangkae di bawah kepemimpinan Kepala Desa Wahyu Febry.
Dia berharap Desa Tenrigangkae ke depan semakin mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Insyaallah Desa Tenrigangkae menjadi desa yang mandiri, kemudian desa yang membawa kesejahteraan buat masyarakatnya dengan berbagai prestasi yang telah disampaikan,” ujarnya.
Menurut Chaidir, berbagai prestasi yang diraih Desa Tenrigangkae menjadi bukti adanya upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah desa bersama masyarakat.
Dia pun mengajak seluruh masyarakat, tokoh masyarakat dan seluruh elemen desa untuk terus menjaga kekompakan.
“Yang paling utama adalah mari kita terus menjaga kekompakan antara seluruh masyarakat, seluruh tokoh masyarakat. Mari kita terus menjalin kekompakan untuk membangun Desa Tenrigangkae yang kita sangat sayangi,” katanya.
Chaidir juga mengajak masyarakat untuk bersatu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan desa.
“Mari kita terus menyatu untuk membangun desa yang kita cintai, mari kita terus bersatu untuk bagaimana kita mengorbankan apa yang bisa kita sumbangkan untuk desa yang kita cintai, yakni Desa Tenrigangkae,” lanjutnya.
Kilas Balik Sejarah Desa Tenrigangkae
Dalam rangkaian perayaan HUT ke-62 tersebut, sejarah perjalanan Desa Tenrigangkae juga kembali dipaparkan. Kilas balik sejarah desa dibacakan Ketua Gapoktan Tenrigangkae, Muh Sabir.
Dalam pemaparan tersebut dijelaskan, nama Tenrigangkae berasal dari bahasa Bugis, yakni kata “Tenri” yang berarti tidak ada dan “Gangka” yang berarti batas. Jika digabungkan, Tenrigangkae memiliki makna “tidak ada batas” atau “tidak terbatas”.
Desa Tenrigangkae pada awal berdirinya mencakup sejumlah wilayah perkampungan yang merupakan bekas wilayah Kerajaan Tanralili yang diperkirakan telah ada sejak sekitar tahun 1700.
Sejumlah kampung tersebut antara lain Barambang, Leko, Pattontongan, Makkaraeng, Sambotara, Tokka, Tamaramppu, Salu, Mangento, Batangase, Baddo-Baddo dan Pao-Pao.
Seiring perkembangan pemerintahan dan pemekaran wilayah, sejumlah kawasan yang sebelumnya menjadi bagian dari Tenrigangkae kemudian berkembang menjadi desa dan kelurahan tersendiri.
Pada sekitar 1950-an, wilayah Barambang yang berada di bagian utara dimekarkan dan kini menjadi Desa Bonto Mate’ne.
Kemudian pada 1 Juni 1963, Distrik Tanralili bergabung dengan Federasi Gallarang Appaka yang terdiri dari Gallarang Bira, Gallarang Biringkanaya, Gallarang Moncongloe dan Gallarang Sudiang hingga kemudian melebur menjadi Kecamatan Mandai.
Pemekaran wilayah kembali terjadi pada 1985. Pattontongan, Mangento dan Salu menjadi wilayah Desa Pattontongan. Baddo-Baddo dan Pao-Pao menjadi Desa Baji Mangngai. Sementara Tokka dan Leko menjadi Desa Bonto Marannu.
Sambotara dan Tamaramppu berkembang menjadi Kelurahan Bontoa, sedangkan Batangase menjadi Kelurahan Hasanuddin.
Adapun wilayah Makkaraeng tetap menjadi bagian dari Desa Tenrigangkae dan kemudian berkembang hingga saat ini menjadi lima dusun, yakni Dusun Bombongi, Dusun Bugis, Dusun Padaelo, Dusun Tinggito dan Dusun Makkaraeng.
Daftar Kepala Desa Tenrigangkae
Dalam perjalanan sejarahnya, Desa Tenrigangkae telah dipimpin sejumlah kepala desa.
Mereka yakni Dg Malluka yang menjabat pada 1965-1989, Mansyur pada 1989-1992, H Anwar Jalil pada 1992-2003, H Mongkar pada 2003-2008, H Abdul Rajab pada 2008-2013, serta Wahyu Febry yang mulai menjabat pada 2013 hingga saat ini.
Saat ini Desa Tenrigangkae memiliki lima dusun, yakni Dusun Bombongi yang dipimpin Dg Beddu, Dusun Tinggito dipimpin Najjar Andalan, Dusun Bugis dipimpin Muhammad Rais, Dusun Makkaraeng dipimpin H Arifin, dan Dusun Padaelo dipimpin Arifin M.
Peringatan HUT ke-62 Desa Tenrigangkae menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang desa sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan.
Chaidir Syam pun kembali mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh masyarakat Desa Tenrigangkae.
“Selamat ulang tahun buat Desa Tenrigangkae. Mari kita terus bersatu untuk membawa nama harum Desa Tenrigangkae dan membangun desa yang kita cintai menjadi desa yang mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.


Leave a Reply