Kisah Desa Tenrigangkae Maros yang Berusia 62 Tahun, Berawal dari Galarang Turunan Kerajaan Gowa

pemprov-sulsel

HARSYANEWS.ID,MAROS – Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-62. Perayaan digelar selama tiga hari di kawasan Perumahan Permata Lion Residence, Desa Tenrigangkae.

 

Malam pembukaan HUT ke-62 Desa Tenrigangkae berlangsung meriah dengan dihadiri masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penyerahan hadiah kepada warga yang sebelumnya mengikuti berbagai perlombaan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

 

Ketua Panitia HUT ke-62 Desa Tenrigangkae, H. Amir Tunru mengatakan persiapan kegiatan dilakukan melalui rapat koordinasi secara rutin. Panitia juga menyiapkan area khusus bagi para pelaku usaha untuk berjualan selama kegiatan berlangsung.

 

“Agenda malam ini pertama penyerahan hadiah kepada warga yang bertanding mulai tanggal 10. Hari ini kita menyerahkan hadiahnya sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah terlibat,” kata Amir.

 

Selain penyerahan hadiah, perayaan HUT Desa Tenrigangkae tahun ini turut melibatkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

 

Amir menyebut jumlah UMKM yang ikut berpartisipasi sudah lebih dari 50 pelaku usaha. Jumlah tersebut masih memungkinkan bertambah selama kegiatan berlangsung.

 

“UMKM yang hadir ini di atas 50 karena masih terus bertambah sampai saat ini,” ujarnya.

 

Menariknya, pelaku UMKM yang hadir tidak hanya berasal dari Desa Tenrigangkae. Sejumlah pedagang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Maros.

 

Di antaranya dari Bantimurung, Tanralili, Pucuk Semangka, Macoppa hingga Bulubulu.

 

Menurut Amir, pelibatan UMKM menjadi salah satu pembeda perayaan HUT Desa Tenrigangkae tahun ini. Selain memeriahkan acara, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

 

“Supaya mereka bisa berjualan dengan baik, tertib dan menghasilkan hasil ekonomi yang maksimal,” jelasnya.

 

Sejarah Desa Tenrigangkae

 

Di balik perayaan HUT ke-62, Desa Tenrigangkae memiliki sejarah panjang. Kepala Desa Tenrigangkae, H. Wahyu Febri menjelaskan sejarah desa tersebut tidak terlepas dari perjalanan salah satu keluarga besar Kerajaan Gowa pada masa lampau.

 

Menurut Wahyu, salah satu keluarga besar Kerajaan Gowa yang saat itu bertugas sebagai penasihat raja kemudian ditugaskan ke wilayah Maros dan menetap di kawasan Tokka.

 

Dari keluarga tersebut kemudian lahir keturunan yang kelak menjadi galarang pertama di wilayah Tenrigangkae.

 

“Anak keduanya akhirnya menjadi galarang, galarang pertama di Tenrigangkae. Setelah itu berlanjut sampai hari ini secara turun-temurun kami sebagai anak cucunya bisa melaksanakan kegiatan ini,” kata Wahyu.

 

Wahyu menyebut perjalanan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan masyarakat terus menjaga dan mengenang asal-usul Desa Tenrigangkae.

 

Memasuki usia 62 tahun, Tenrigangkae disebut sebagai salah satu desa yang memiliki sejarah panjang di wilayah Maros.

 

Wilayah Tenrigangkae pada masa lalu juga disebut memiliki cakupan yang sangat luas. Bahkan wilayahnya disebut pernah mencakup kawasan hingga PLTU Tello, Sambotara Maros, hingga wilayah Masale, Kecamatan Tompobulu.

 

“Desa ini sangat luas,” ujarnya.

 

Ingin Kenalkan Potensi Desa hingga Luar Sulsel

 

Memasuki usia ke-62, Pemerintah Desa Tenrigangkae juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mengembangkan potensi desa.

 

Wahyu mengatakan pihaknya ingin membawa berbagai produk dan potensi desa agar lebih dikenal masyarakat luas. Salah satunya melalui pengembangan batik sibori, layanan air bersih dan BUMDes.

 

“Kami ingin menjual dan memamerkan keluar apa yang kami miliki. Salah satunya batik sibori, air bersih, BUMDes yang terus berkembang,” jelasnya.

 

Dia berharap berbagai potensi tersebut tidak hanya dipasarkan di tingkat desa maupun Kabupaten Maros, tetapi dapat menembus pasar Makassar hingga luar Sulawesi Selatan.

 

Untuk mewujudkan target tersebut, pihak desa akan membuka peluang kolaborasi dengan investor maupun pihak lain yang dapat membantu pengembangan ekonomi desa.

 

“Kalau bisa keluar provinsi dengan cara melibatkan para investor untuk maju, untuk membantu kami,” pungkasnya.

Leave a Reply