HARSYANEWS.ID,MAROS- Sebanyak 20 calon siswa asal Kabupaten Maros resmi diberangkatkan untuk menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun ajaran 2026. Keberangkatan mereka dilepas langsung oleh Bupati Maros, AS Chaidir Syam.
Kepala Dinas Sosial Maros, Andi Zulkifli Riswan Akbar, mengatakan kuota Sekolah Rakyat yang diterima Kabupaten Maros tahun ini berjumlah 20 orang. Rinciannya terdiri atas 12 siswa jenjang SMP dan delapan siswa jenjang SMA.

“Calon siswa Sekolah Rakyat dari Maros berjumlah 20 orang. Jumlah ini sesuai kuota yang diberikan kepada Kabupaten Maros. Setiap daerah memperoleh kuota yang berbeda-beda,” kata Andi Zulkifli kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Andi Zulkifli menjelaskan, sebelum diberangkatkan para siswa telah mendapatkan pembekalan dari Dinas Sosial. Pemerintah Kabupaten Maros juga menyiapkan kelengkapan administrasi, transportasi, hingga pendampingan oleh sumber daya manusia Program Keluarga Harapan (PKH).
Ia menuturkan proses perekrutan siswa dilakukan secara terbuka melalui penjangkauan oleh pendamping PKH di setiap kecamatan. Selanjutnya dilakukan verifikasi lapangan sebelum penetapan peserta yang dinyatakan lolos.
“Perekrutannya dilakukan secara terbuka. Kami melakukan verifikasi lapangan dan pengumuman. Hasilnya ada yang lulus dan ada yang tidak lulus,” ujarnya.
Menurutnya, 20 siswa tersebut berasal dari tujuh kecamatan di Kabupaten Maros. Rinciannya yakni Kecamatan Bontoa sebanyak sembilan orang, Simbang dua orang, Cenrana satu orang, Marusu dua orang, Bantimurung dua orang, Mandai tiga orang, dan Moncongloe satu orang.
Sementara itu, Bupati Maros AS Chaidir Syam menyambut baik hadirnya program Sekolah Rakyat. Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun kemandirian.
“Kita harap anak-anak kita bisa keluar dengan hasil yang berkualitas, baik dari segi kecerdasan maupun kemandirian,” kata Chaidir.
Chaidir juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden atas hadirnya program Sekolah Rakyat yang dinilainya sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Semoga melalui Sekolah Rakyat, anak-anak kita mendapatkan ilmu dan bekal yang bermanfaat untuk masa depan mereka dan keluarganya,” pungkasnya.


Leave a Reply