{"id":4568,"date":"2026-08-31T07:46:08","date_gmt":"2026-08-30T23:46:08","guid":{"rendered":"https:\/\/harsyanews.id\/?p=4568"},"modified":"2026-08-31T07:48:03","modified_gmt":"2026-08-30T23:48:03","slug":"10-ribu-warga-tenrigangkae-maros-dapat-bantuan-air-bersih-gratis-disalurkan-hingga-dini-hari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/2026\/08\/31\/10-ribu-warga-tenrigangkae-maros-dapat-bantuan-air-bersih-gratis-disalurkan-hingga-dini-hari\/","title":{"rendered":"10 Ribu Warga Tenrigangkae Maros Dapat Bantuan Air Bersih Gratis, Disalurkan hingga Dini Hari"},"content":{"rendered":"<p><strong style=\"font-size: 1rem;\">HARSYANEWS.ID,MAROS-<\/strong><span style=\"font-size: 1rem;\"> Krisis air bersih akibat kemarau panjang masih dirasakan warga Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Maros bersama Pemerintah Desa Tenrigangkae terus melakukan distribusi bantuan air bersih secara masif.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penyaluran air bersih dilakukan setiap hari. Bahkan, petugas harus bekerja hingga dini hari untuk memastikan kebutuhan air warga di sejumlah dusun tetap terpenuhi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kepala Desa Tenrigangkae, H Wahyu Febri, mengatakan distribusi air dilakukan dengan menyasar warga yang berada jauh dari sumber air. Bantuan tersebut diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kami terus melakukan penyaluran air bersih kepada masyarakat. Bahkan hampir setiap hari kami distribusikan sampai malam dan dini hari, karena kebutuhan masyarakat cukup banyak,&#8221; kata Wahyu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurutnya, kondisi kemarau panjang membuat masyarakat semakin kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Karena itu, pemerintah desa bersama BPBD berupaya memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mendistribusikan air ke permukiman warga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Yang kami antar ke masyarakat semuanya gratis. Kami berupaya sebesar mungkin bagaimana masyarakat tidak terbebani, supaya mereka menikmati hasil kerja kami, karena ini tanggung jawab kami,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Wahyu mengatakan jumlah warga yang terdampak krisis air di Desa Tenrigangkae mencapai sekitar 10 ribu orang. Besarnya jumlah warga yang membutuhkan air membuat distribusi harus dilakukan secara rutin dan bergantian ke sejumlah wilayah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk mempercepat penyaluran, air diangkut menggunakan kendaraan tangki maupun kendaraan operasional lainnya. Selain mendatangi langsung permukiman warga, pemerintah desa juga menyiapkan sejumlah titik penampungan air.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kami menyiapkan kendaraan untuk menyuplai warga ke dusun-dusun yang jauh dari sumber air. Kami juga membuat titik air dengan penampungan di tempat-tempat tertentu,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Andalkan Sumur Tua<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain mendapatkan bantuan dari BPBD Maros, Pemerintah Desa Tenrigangkae juga memanfaatkan sumber air lokal berupa sumur tua yang berada di salah satu dusun.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumur tersebut memiliki kedalaman sekitar 4 meter. Menurut Wahyu, sumur itu telah ada selama puluhan tahun dan hingga kini masih memiliki sumber mata air.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Sumur tua kami kedalamannya kurang lebih 4 meter. Konon digali beberapa puluh tahun yang lalu dan sampai hari ini tidak pernah kering,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Keberadaan sumur tersebut menjadi salah satu sumber air penting bagi masyarakat di tengah mengeringnya sejumlah bendungan di Kabupaten Maros, termasuk Bendung Lekopancing dan Bendung Batubessi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Air dari sumur kemudian dimanfaatkan melalui PAM mini untuk membantu memenuhi kebutuhan warga. Namun karena jaringan pipanisasi belum menjangkau seluruh wilayah desa, air tetap harus didistribusikan menggunakan kendaraan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Walaupun bendungan di Maros kering, sumur tua kami alhamdulillah tidak kering. Itulah yang kami manfaatkan untuk menyuplai warga,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Wahyu memastikan air dari sumber tersebut telah melalui pengujian laboratorium sehingga dapat digunakan masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Sudah dites, ada hasil uji laboratoriumnya dari provinsi,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Distribusi Berlanjut hingga Krisis Berakhir<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pemerintah Desa Tenrigangkae memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih mengalami kesulitan mendapatkan air.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Wahyu menyebut pihaknya bersama BPBD akan terus berupaya menjangkau seluruh warga yang membutuhkan, meski harus bekerja hingga malam bahkan dini hari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kami terus berupaya bagaimana masyarakat bisa terlayani. Anggaran kami terbatas, tetapi kami berjuang bagaimana menyuplai air ke semua dusun,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dia juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan saling berbagi selama kondisi kemarau berlangsung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kami hadir untuk masyarakat. Mari sama-sama menjaga dan menikmati sumber air yang ada, jangan mengambil secara berlebihan agar bisa dirasakan bersama,&#8221; pungkas Wahyu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HARSYANEWS.ID,MAROS- Krisis air bersih akibat kemarau panjang masih dirasakan warga Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4570,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[697,45,698,37],"class_list":["post-4568","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-krisis-air-bersih","tag-maros","tag-pemdes-tenrigangkae","tag-pemkab-maros"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4568","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4568"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4568\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4569,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4568\/revisions\/4569"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4570"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}