{"id":4263,"date":"2026-06-19T07:11:03","date_gmt":"2026-06-18T23:11:03","guid":{"rendered":"https:\/\/harsyanews.id\/?p=4263"},"modified":"2026-06-30T07:01:42","modified_gmt":"2026-06-29T23:01:42","slug":"pad-maros-capai-40-persen-wakil-bupati-sebut-sudah-on-the-track","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/2026\/06\/19\/pad-maros-capai-40-persen-wakil-bupati-sebut-sudah-on-the-track\/","title":{"rendered":"PAD Maros Capai 40 Persen, Wakil Bupati Sebut Sudah On The Track"},"content":{"rendered":"<p><strong style=\"font-size: 1rem;\">HARSYANEWS.ID,MAROS\u2013<\/strong><span style=\"font-size: 1rem;\">Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros hingga Mei 2026 telah mencapai sekitar 40 persen dari target yang ditetapkan tahun ini.<\/span>Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros, M Ferdiansyah, mengatakan capaian PAD saat ini telah menyentuh angka sekitar Rp140 miliar dari target sebesar Rp347 miliar.<\/p>\n<p>\u201cSemoga bulan depan sudah mencapai 50 persen,\u201d katanya usai mengikuti rapat evaluasi PAD di Ruang Rapat Marusu, Kantor Bupati Maros, Jumat, 19 Juni 2026.Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menilai capaian tersebut sudah berada pada jalur yang tepat atau on the track.<\/p>\n<p>\u201cIni kan baru Mei. Mudah-mudahan ke depan sudah bisa mencapai 50 persen,\u201d katanya.Mantan Kadis PU itu menyebut, target pemerintah daerah adalah realisasi PAD pada semester pertama tahun 2026 dapat mencapai minimal 50 persen.<\/p>\n<p>Meski demikian, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang perlu meningkatkan kinerjanya dalam mengumpulkan pendapatan daerah. \u201cTerutama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Untuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, target PAD tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp650 juta.Namun hingga saat ini realisasinya baru mencapai Rp167 juta atau sekitar 25,80 persen.Dengan demikian, OPD tersebut masih harus mengejar sekitar Rp482 juta untuk memenuhi target.<\/p>\n<p>Muetazim menjelaskan, sektor pertanian masih memiliki potensi yang dapat dimaksimalkan untuk mendongkrak PAD.\u201cBlower itu bisa menjadi sumber pendapatan. Tapi harus dibuatkan rumah penampungan agar debunya tidak keluar dan suara gensetnya tidak mengganggu masyarakat,\u201d jelasnya.Selain itu, kendala utama yang dihadapi sektor pertanian berasal dari pendapatan sewa Barang Milik Daerah (BMD).<\/p>\n<p>\u201cBanyak alat yang sudah tidak beroperasi lagi,\u201d tuturnya. Sementara itu, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan juga masih tertinggal dari target yang ditetapkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari target PAD sebesar Rp4,3 miliar, realisasi hingga Mei baru mencapai sekitar Rp978 juta atau 22,50 persen.Artinya, dinas tersebut masih harus mengejar sekitar Rp3,3 miliar hingga akhir tahun.<\/p>\n<p>Ia menyebut rendahnya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi capaian pendapatan di sektor tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKemudian ada beberapa sarana dan prasarana yang perlu pemeliharaan, misalnya ketika banjir masuk air,\u201d imbuhnya.Di sisi lain, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menjadi OPD dengan capaian PAD terbaik.<\/p>\n<p>Dari target Rp100 juta, realisasi yang berhasil dikumpulkan telah mencapai Rp122 juta atau 122 persen.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HARSYANEWS.ID,MAROS\u2013Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros hingga Mei 2026 telah mencapai sekitar 40 persen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4264,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28,2],"tags":[502,45,215,37,43],"class_list":["post-4263","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","category-news","tag-bapenda","tag-maros","tag-pad","tag-pemkab-maros","tag-sulsel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4263","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4263"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4263\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4404,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4263\/revisions\/4404"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4264"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4263"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4263"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4263"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}