{"id":4100,"date":"2026-04-08T13:08:34","date_gmt":"2026-04-08T05:08:34","guid":{"rendered":"https:\/\/harsyanews.id\/?p=4100"},"modified":"2026-04-08T13:08:34","modified_gmt":"2026-04-08T05:08:34","slug":"dapur-mbg-mandai-terancam-tutup-pengelola-sebut-ada-ketidakadilan-penilaian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/2026\/04\/08\/dapur-mbg-mandai-terancam-tutup-pengelola-sebut-ada-ketidakadilan-penilaian\/","title":{"rendered":"Dapur MBG Mandai Terancam Tutup, Pengelola Sebut Ada Ketidakadilan Penilaian"},"content":{"rendered":"<p><strong>HARSYANEWS.ID,MAROS-<\/strong> Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menuai sorotan. Sejumlah pengelola dapur menilai penilaian kelayakan yang dilakukan Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG tidak objektif dan terkesan tebang pilih.<br \/>\nSalah satu pengelola dapur di Kecamatan Mandai, Yasjudan, mengungkapkan bahwa penutupan dapur yang dikelolanya diduga hanya berfokus pada persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Padahal, menurutnya, ada dapur lain yang memiliki lebih banyak kekurangan namun tetap diizinkan beroperasi.<br \/>\n\u201cInformasi yang kami terima hanya berfokus pada IPAL. Sementara ada dapur lain yang bukan hanya IPAL-nya yang bermasalah, tapi tetap jalan,\u201d ujarnya kepada wartawan.<br \/>\nIa menjelaskan, pihaknya telah melakukan langkah cepat untuk memenuhi ketentuan IPAL dengan melakukan pemesanan. Namun, karena tingginya permintaan, proses pengerjaan IPAL harus melalui antrean panjang.<br \/>\n\u201cKami sudah lakukan percepatan, bahkan langsung pembayaran penuh. Tapi karena antreannya banyak, kami masuk antrean ke-89 dengan estimasi pengerjaan sekitar tiga bulan,\u201d jelasnya.<br \/>\nMenurut Yasjudan, pihaknya hanya diberikan waktu singkat untuk melakukan perbaikan, yakni sekitar satu minggu sejak teguran diberikan. Kondisi tersebut dinilai tidak realistis mengingat proses pengadaan IPAL yang cukup lama.<br \/>\nLebih lanjut, ia juga menyinggung adanya dugaan keberpihakan oknum dalam proses penilaian. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan berasal dari institusi Badan Gizi Nasional (BGN), melainkan oknum tertentu di lapangan.<br \/>\n\u201cSaya melihat ini lebih ke oknum, bukan BGN. Karena dari beberapa bukti yang kami pegang, ada indikasi keberpihakan,\u201d tegasnya.<br \/>\nAkibat penilaian tersebut, dapur yang dikelolanya terpaksa menghentikan operasional untuk sementara. Padahal, dapur tersebut sebelumnya melayani sekitar 2.300 porsi makanan per hari dan telah beroperasi selama kurang lebih delapan bulan dengan melibatkan 47 relawan serta 4 staf kantor.<br \/>\nYasjudan juga menilai alasan IPAL yang dijadikan dasar penutupan tidak sepenuhnya tepat. Ia mengklaim bahwa hasil pengecekan di lokasi tidak menunjukkan adanya bau atau dampak lingkungan yang signifikan.<br \/>\n\u201cKalau memang berdampak, pasti sudah ada reaksi masyarakat. Tapi selama tiga hari terakhir kami beroperasi, tidak ada keluhan,\u201d katanya.<br \/>\nPara pengelola dapur lainnya di Maros disebut juga merasakan hal serupa. Mereka berharap ada evaluasi menyeluruh dari pihak terkait agar penilaian dilakukan secara transparan dan adil.<br \/>\n\u201cKami berharap ada evaluasi dari pusat supaya semua dapur dinilai dengan standar yang sama, sesuai juknis,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HARSYANEWS.ID,MAROS- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menuai sorotan. Sejumlah pengelola [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4101,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28,2],"tags":[637,636,45,258,638,264],"class_list":["post-4100","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","category-news","tag-ipal","tag-mandai","tag-maros","tag-mbg","tag-sm-sppg","tag-sppg"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4100"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4100\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4102,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4100\/revisions\/4102"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4101"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}