{"id":4035,"date":"2026-01-04T10:30:49","date_gmt":"2026-01-04T02:30:49","guid":{"rendered":"https:\/\/harsyanews.id\/?p=4035"},"modified":"2026-03-08T10:38:39","modified_gmt":"2026-03-08T02:38:39","slug":"pad-maros-2025-tembus-rp-3295-miliar-tertinggi-sepanjang-sejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/2026\/01\/04\/pad-maros-2025-tembus-rp-3295-miliar-tertinggi-sepanjang-sejarah\/","title":{"rendered":"PAD Maros 2025 Tembus Rp 329,5 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah"},"content":{"rendered":"<p><strong>HARSYANEWS.ID,MAROS-<\/strong>Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros sepanjang tahun 2025 mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah pengelolaan keuangan daerah. Total PAD yang berhasil dibukukan mencapai Rp 329.562.919.533, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang terealisasi Rp 283.056.990.320.<br \/>\nKepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, Muh Ferdiansyah, menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Bapenda bersama organisasi perangkat daerah (OPD) pemungut pajak dan retribusi.<br \/>\n\u201cCapaian PAD tahun 2025 ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Kabupaten Maros. Ini tidak lepas dari sinergi Bapenda dengan OPD pemungut serta dukungan seluruh stakeholder,\u201d ujar Muh Ferdiansyah.<br \/>\nPajak Daerah Naik Signifikan<br \/>\nUntuk sektor pajak daerah, Bapenda Maros mencatat realisasi sebesar Rp 215.529.020.781, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka Rp 187.455.321.884. Hampir seluruh jenis pajak daerah menunjukkan tren peningkatan, bahkan beberapa sektor melampaui target 100 persen.<br \/>\nBeberapa capaian pajak daerah antara lain:<br \/>\nPajak Reklame naik dari Rp 1,62 miliar (2024) menjadi Rp 1,72 miliar (2025)<br \/>\nPajak Air Bawah Tanah meningkat dari Rp 990 juta menjadi Rp 1 miliar<br \/>\nPajak Restoran naik dari Rp 22,9 miliar menjadi Rp 24,23 miliar<br \/>\nPajak Tenaga Listrik meningkat dari Rp 37,72 miliar menjadi Rp 38,28 miliar<br \/>\nPBB naik dari Rp 37,66 miliar menjadi Rp 39,82 miliar<br \/>\nPajak Hiburan meningkat dari Rp 1,22 miliar menjadi Rp 1,40 miliar<br \/>\nSementara itu, pajak parkir mengalami penurunan dari Rp 5,72 miliar pada 2024 menjadi Rp 4,52 miliar di 2025. Penurunan ini disebabkan perubahan tarif pemungutan dari 30 persen menjadi 10 persen seiring penerapan UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang HKPD.<br \/>\nBPHTB Turun karena Program Rumah MBR<br \/>\nRealisasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) pada 2025 tercatat Rp 43,51 miliar, turun dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 65,87 miliar. Penurunan ini dipengaruhi kebijakan SKB 3 Menteri terkait percepatan pembangunan tiga juta rumah.<br \/>\nPada 2025, tercatat 3.970 pemohon memperoleh BPHTB gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yang berdampak pada hilangnya potensi pendapatan daerah sebesar Rp 18,45 miliar.<br \/>\nPenyumbang Pajak Terbesar<br \/>\nTiga penyumbang pajak terbesar tahun 2025 adalah:<br \/>\nPajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar Rp 71,57 miliar<br \/>\nBPHTB sebesar Rp 43,51 miliar<br \/>\nPBB sebesar Rp 39,82 miliar<br \/>\nRetribusi Daerah Juga Meningkat<br \/>\nSelain pajak, sektor retribusi daerah yang dikelola OPD juga menunjukkan peningkatan, terutama pada:<br \/>\nRSUD dr. La Palaloi dari Rp 55,95 miliar menjadi Rp 71,52 miliar<br \/>\nDinas Kesehatan dari Rp 25,64 miliar menjadi Rp 27,08 miliar<br \/>\nDinas PUPR dari Rp 5,68 miliar menjadi Rp 7,76 miliar<br \/>\nStrategi dan Target 2026<br \/>\nUntuk tahun 2026, Bapenda Maros menargetkan PAD dari sektor pajak daerah sebesar Rp 243,17 miliar. Sejumlah strategi terus diperkuat, mulai dari kerja sama dengan aparat penegak hukum, optimalisasi digitalisasi pembayaran, hingga kebijakan pemutihan denda pajak.<br \/>\n\u201cKendala utama wajib pajak adalah akumulasi denda yang menumpuk. Melalui kebijakan pemutihan, masyarakat cukup membayar pokok pajak,\u201d jelas Muh Ferdiansyah.<br \/>\nSelain itu, Bapenda Maros juga terus melakukan pendataan potensi wajib pajak baru serta meningkatkan pengawasan dan transparansi pengelolaan pajak dan retribusi daerah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HARSYANEWS.ID,MAROS-Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros sepanjang tahun 2025 mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4036,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28,2,26],"tags":[37,43],"class_list":["post-4035","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","category-news","category-pemerintahan","tag-pemkab-maros","tag-sulsel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4035"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4035\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4037,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4035\/revisions\/4037"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4036"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}