{"id":3255,"date":"2025-10-13T13:48:55","date_gmt":"2025-10-13T05:48:55","guid":{"rendered":"https:\/\/harsyanews.id\/?p=3255"},"modified":"2025-10-16T05:40:39","modified_gmt":"2025-10-15T21:40:39","slug":"pemkab-maros-resmikan-sppg-bonto-matene-fasilitasnya-disebut-paling-lengkap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/2025\/10\/13\/pemkab-maros-resmikan-sppg-bonto-matene-fasilitasnya-disebut-paling-lengkap\/","title":{"rendered":"Pemkab Maros Resmikan SPPG Bonto Mate\u2019ne, Fasilitasnya Disebut Paling Lengkap"},"content":{"rendered":"<p><strong style=\"font-size: 1rem;\">HARSYANEWS.ID, MAROS &#8211;<\/strong><span style=\"font-size: 1rem;\">Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros terus memperluas jangkauan pelayanan gizi bagi anak-anak sekolah. Hal ini ditandai dengan peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bonto Mate\u2019ne di Kecamatan Mandai, Senin (13\/10\/2025).<\/span><\/p>\n<p>Peresmian tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Maros, Chaidir Syam, didampingi jajaran Dinas Kesehatan, Ketua Yayasan Andi Abd Aziz Rijal, serta sejumlah mitra penyelenggara program pemenuhan gizi.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Bupati Chaidir Syam menyampaikan rasa syukur atas beroperasinya SPPG ke-28 di Kabupaten Maros yang berlokasi di Bonto Mate\u2019ne. Ia menyebut fasilitas ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab dalam meningkatkan kualitas gizi anak usia dini.<\/p>\n<p>\u201cSPPG Bonto Mate\u2019ne ini menjadi salah satu yang terbaik dan terlengkap. Kehadirannya diharapkan membantu anak-anak mendapatkan asupan gizi seimbang agar tumbuh sehat dan cerdas,\u201d ujar Chaidir.<\/p>\n<p>Chaidir menuturkan, hingga saat ini sudah terdapat 28 unit SPPG aktif di Kabupaten Maros dari target awal 31 unit. Ia optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah hingga akhir tahun.<\/p>\n<p>\u201cKita targetkan bisa mencapai 41 SPPG di seluruh wilayah Maros. Semakin banyak SPPG, semakin banyak juga anak-anak yang mendapatkan manfaat, serta masyarakat yang terbantu secara ekonomi,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Menurut Chaidir, satu unit SPPG dapat mempekerjakan hingga 47 tenaga kerja lokal, mulai dari juru masak, ahli gizi, hingga tenaga administrasi.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Chaidir juga mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar senantiasa menjaga standar operasional (SOP) dalam pengolahan makanan. Ia menegaskan, pelanggaran yang berdampak pada kesehatan anak akan ditindak tegas.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah pernah punya pengalaman. Kalau ada kasus keracunan, SPPG-nya langsung ditutup. Jadi, semua harus betul-betul menjaga kebersihan dan kualitas makanan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Sebagai langkah pencegahan, Pemkab menurunkan Satgas Pembangunan SPPG serta tim pengawasan dari Dinas Kesehatan untuk memantau secara rutin kegiatan di setiap SPPG.<\/p>\n<p>Ketua Yayasan, Andi Abd Aziz Rijal, menjelaskan SPPG Bonto Mate\u2019ne Mandai akan melayani 21 sekolah dengan total 1.163 siswa dari empat kecamatan, yaitu Mandai, Maros Baru, Tanralili, dan Turikale.<\/p>\n<p>\u201cKami melibatkan 28 tenaga kerja, termasuk ahli gizi dan akuntan. Nantinya jumlah karyawan bisa berkembang hingga 47 orang,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia memastikan pihak yayasan bersama mitra lokal akan mematuhi seluruh SOP untuk menjamin keamanan dan kualitas makanan.<\/p>\n<p>Mitra yayasan sekaligus Owner Catering Ummu Hisyam, Nurliana, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan dalam pengelolaan SPPG Bonto Mate\u2019ne.<\/p>\n<p>\u201cKami berkomitmen menghadirkan makanan sehat, bergizi, dan higienis bagi anak-anak sekolah di Maros. Setiap menu kami awasi langsung dari dapur hingga distribusi,\u201d katanya.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;\">SPPG Bonto Mate\u2019ne Mandai dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada 20 Oktober 2025.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HARSYANEWS.ID, MAROS &#8211;Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros terus memperluas jangkauan pelayanan gizi bagi anak-anak sekolah. Hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3256,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28,2,26],"tags":[37,500,43],"class_list":["post-3255","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","category-news","category-pemerintahan","tag-pemkab-maros","tag-sppg-mandai","tag-sulsel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3255","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3255"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3255\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3258,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3255\/revisions\/3258"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}