{"id":2142,"date":"2025-08-05T20:04:22","date_gmt":"2025-08-05T12:04:22","guid":{"rendered":"https:\/\/harsyanews.id\/?p=2142"},"modified":"2025-08-05T20:04:22","modified_gmt":"2025-08-05T12:04:22","slug":"menanggapi-oknum-pengkritik-gub-sulsel-syahrullah-sanusi-mengkritiklah-tanpa-merusak-martabat-kemanusiaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/2025\/08\/05\/menanggapi-oknum-pengkritik-gub-sulsel-syahrullah-sanusi-mengkritiklah-tanpa-merusak-martabat-kemanusiaan\/","title":{"rendered":"Menanggapi Oknum Pengkritik Gub Sulsel. Syahrullah Sanusi: Mengkritiklah Tanpa Merusak Martabat Kemanusiaan"},"content":{"rendered":"<p><strong>HARSYANEWS.ID, MAKASSAR<\/strong>\u2014 Antonius Benny Susetyo pernah mengatakan, &#8220;saat ini di dalam ruang demokrasi tumbuh subur kritik yang tidak berdasarkan fakta dan data yang akhirnya hanya menghancurkan karakter manusia&#8221;.<\/p>\n<p>Mengacu pada pernyataan tersebut. Saya memahami bahwa kritikan bagian dari Demokrasi. &#8220;Kita semua butuh kritikan agar dapat membangun kesadaran etis. Tapi pada kenyataannya, dimasa sekarang ini, tidak jarang kritik lebih semata mata menghancurkan Demokrasi,&#8221; ungkap Syahrullah Sanusi. 5 Agustus 2025.<\/p>\n<p>Bagi Syahrullah Sanusi Kritikan terhadap Pemerintahan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dari salah satu oknum tidak sesuai Fakta, data, dan kenyataan. Ujungnya hanya mencari sensasi dan tidak dapat memberikan solusi.<\/p>\n<p>&#8220;Menyinggung Pemerintahan yang harmonis, mengarahkan kritikan yang hanya provokatif, dan mungkin sangat diluar batas dengan menghancurkan karakter seseorang dengan menghadirkan berbagai argumentasi,&#8221; Ucapnya<\/p>\n<p>&#8220;Saya pahami bahwa Selalu ada Dialektika didalam Demokrasi, semua bebas berargumentasi data dan fakta meskipun berbeda. Yang tidak wajar ketika semua itu berujung kepada menghancurkan karakter seseorang. Ujungnya hanya buli,&#8221; lanjutnya<\/p>\n<p>Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan jelas butuh orang kritis tapi dalam arti bukan menyalahkan saja tapi kritikan mampu membangun dan memberi solusi untuk bersama sama mendukung visi misi Provinsi Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter.<\/p>\n<p>&#8220;Masyarakat Sulawesi Selatan saat ini seolah di arahkan pada kondisi Demokrasi kegagapan oleh berbagai oknum. Sekali lagi saya ulangi &#8220;Kritik tidak boleh merusak martabat kemanusiaan,&#8221; tegasnya<\/p>\n<p>Syahrullah Sanusi sering melihat fenomena Keadaan sering sekali dijadikan sasaran memanipulasi, itu bukan kritik. Antara kenyataan, data, dan fakta harus seimbang, sehingga bisa di katakan kritik. yang terpenting tidak ada kritik yang merusak martabat kemanusiaan.<\/p>\n<p>Kembali saya mengutip perkataan Antonius Benny Susetyo, &#8220;Kesadaran etis dapat membangun ruang Demokrasi. Sadar akan beragumen, dan sadar membangun wacana maka itulah ruang Demokrasi yang tepat. Ruang demokrasi membutuhkan ruang publik yang sehat dan terbebas dari penghinaan pribadi&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Ruang demokrasi membutuhkan ruang publik yang sehat dari unsur kebencian, penghinaan pribadi, serta rekayasa kebohongan,&#8221; tutupnya<\/p>\n<p>Mari kita bersama sama mendoakan Pemimpin kita, Dari \u2018Abdush Shomad bin Yazid Al Baghdadiy, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Fudhail bin \u2018Iyadh berkata, \u201cSeandainya aku memiliki doa yang mustajab, aku akan tujukan doa tersebut pada pemimpinku.\u201d<\/p>\n<p>Ada yang bertanya pada Fudhail, \u201cKenapa bisa begitu?\u201d Ia menjawab, \u201cJika aku tujukan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Namun jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik.\u201d (Hilyatul Auliya\u2019 karya Abu Nu\u2019aim Al Ashfahaniy, 8: 77, Darul Ihya\u2019 At Turots Al \u2018Iroqiy)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HARSYANEWS.ID, MAKASSAR\u2014 Antonius Benny Susetyo pernah mengatakan, &#8220;saat ini di dalam ruang demokrasi tumbuh subur [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2141,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28,2],"tags":[],"class_list":["post-2142","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2142","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2142"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2142\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2143,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2142\/revisions\/2143"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2142"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2142"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/harsyanews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2142"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}