Kepala Bappeda Makassar Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2026

pemprov-sulsel

HARSYANEWS.ID, MAKASSAR – Kepala Bappeda Makassar turut mengucapkan melalui laman resmi media Bappeda Makassar, “Selamat Tahun Baru Imlek 2026”. Ucapan tersebut rilis pada Selasa (17/2/2025).

Bappeda Makassar mengajak masyarakat melaui momentum imlek untuk memperkuat kolaborasi pembangunan kota dan mempererat persaudaraan.

“Dalam semangat kebersamaan dan keberagaman, mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat persaudaraan serta memperkuat kolaborasi dalam pembangunan Kota Makassar,” urai Bappeda Kota Makassar.

Lebih lanjut Bappeda menuangkan harapan, “semoga tahun ini membawa harapan baru dan keberuntungan bagi kita semua. Gong Xi Fa Cai A”.

Dilansir dari media BBC News, asal usul Tahun Baru Imlek diperkirakan sudah ada sejak abad ke-14 SM, ketika masa pemerintahan Dinasti Shang, dan kaya akan legenda.

Mitologi Tionghoa menceritakan asal usulnya kembali ke pertempuran melawan monster yang disebut Nian yang berarti “tahun” dalam bahasa China.

Nian akan tiba pada hari pertama tahun baru untuk meneror penduduk desa. Namun, penduduk desa menemukan bahwa Nian takut dengan suara keras, cahaya terang, dan warna merah.

Jadi setiap tahun baru, penduduk desa akan menggantung lentera merah untuk menakut-nakuti Nian dan menyalakan petasan juga. Nian tidak pernah terlihat lagi.

Untuk memahami Tahun Kuda Api (2026 yang ditetapkan menurut kalendet Tianghoa) ada dua kesalahpahaman umum yang perlu diluruskan.

Tidak seperti kalender Gregorian, kalender Tionghoa tidak dimulai pada tanggal 1 Januari. Kalender ini mengikuti kalender lunisolar tradisional berdasarkan fase bulan.

Setiap Tahun Baru Imlek jatuh antara 21 Januari dan 20 Februari, biasanya pada bulan baru kedua setelah titik balik matahari musim dingin. Ini berarti ketika kita mengatakan “2026 adalah tahun kuda,” itu hanya berlaku untuk Tahun Baru Imlek saat ini.

Kesalahpahaman umum lainnya adalah bahwa shio berulang setiap 12 tahun. Itu benar untuk shio hewan, tetapi sistem tradisional berulang setiap 60 tahun.

Penyebabnya, setiap tahun menggabungkan salah satu dari 12 hewan dengan salah satu dari 10 elemen (versi Yin dan Yang dari Logam, Air, Kayu, Api, dan Bumi). Diperlukan 60 tahun agar kombinasi tersebut berulang.

Pasangan tahun ini dikenal sebagai Bing Wu, yaitu penggabungan elemen Api Yang dengan Kuda.

Kuda Api dianggap sebagai kombinasi yang kuat dalam shio China. Api Yang melambangkan aktivitas dan gairah, sedangkan Kuda mewakili kemandirian dan tindakan.

Dalam budaya Tiongkok, ungkapan yang melibatkan kuda dalam bahasa Mandarin digunakan untuk menyampaikan kata-kata seperti kesuksesan yang cepat, memimpin, dan momentum, terutama dalam lingkungan profesional.

Dr. Christian Yao, seorang dosen senior di Sekolah Manajemen Universitas Victoria Wellington di Selandia Baru, mengatakan kepada BBC bahwa ungkapan yang menggunakan kuda kemungkinan akan muncul secara luas dalam pidato di tempat kerja, presentasi, dan baris subjek email pada 2026.

Ia mengatakan bahwa bahasa seperti itu di tempat kerja menjadi alat “tata kelola lunak” saat karyawan didorong untuk mencerminkan ciri khas proaktif dan cepat dari Kuda Api.

Di China, jutaan warga hanya pulang ke kampung halaman sekali setahun, yaitu pada saat liburan Tahun Baru Imlek. Momen itu merupakan waktu terpenting untuk reuni keluarga.

Selama periode liburan tahun ini, diperkirakan sebanyak 9,5 miliar perjalanan lintas wilayah akan berlangsung di China. Lonjakan perjalanan mudik tahunan ini kerap disebut-sebut sebagai migrasi manusia terbesar di dunia.

Meskipun kuda mungkin mewakili efisiensi dan pergerakan cepat, bagi banyak pelancong, periode liburan Imlek merupakan masa ketika tiket transportasi susah didapat, biaya perjalanan meningkat, dan jam kerja yang panjang untuk pekerja industri jasa.

Leave a Reply