HARSYANEWS.ID, MAKASSAR — Hari ketujuh rangkaian Jelajah Sampah Makassar 2025 menghadirkan semangat baru dari Kecamatan Biringkanaya yang menjadi tuan rumah aksi bersih-bersih lingkungan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya menuju Makassar Bebas Sampah 2029, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa budaya memilah sampah merupakan langkah fundamental dalam mewujudkan kota yang bersih, cerdas, dan berkelanjutan. Ia juga mengapresiasi kolaborasi warga yang terus menunjukkan kepedulian melalui berbagai aksi nyata.
Aksi bersih-bersih yang dilakukan oleh peserta, relawan, dan masyarakat Biringkanaya berhasil mengumpulkan 45,7 kilogram sampah. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen warga dalam mendukung gerakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan hari ini juga diperkaya dengan kehadiran berbagai tenant daur ulang, antara lain Rumah Kreasi Ceceng, Payabo, Kelapana Sulawesi, dan Green Youth Celebes Komunitas. Para tenant menampilkan berbagai produk inovatif berbahan dasar sampah daur ulang, sekaligus memberikan edukasi tentang potensi ekonomi sirkular.
Acara turut menghadirkan sesi talkshow bersama Andi Nurdianzah dari Dewan Lingkungan serta Sub Koordinasi Edukasi, Promosi, Monitoring & Evaluasi Persampahan, yang membahas edukasi berkelanjutan, regulasi persampahan, hingga informasi terbaru terkait lomba kelurahan.
Sebagai penutup, peserta mengikuti workshop “Langkah Kita” dari Rappo: Recycle Plastic, yang mengajak masyarakat memahami proses pengolahan sampah plastik dan langkah kecil yang dapat dilakukan setiap hari.
Dengan semangat kolaboratif yang ditampilkan warga Biringkanaya, Jelajah Sampah Makassar 2025 hari ke-7 kembali menguatkan tekad bersama untuk mewujudkan Makassar sebagai kota yang lebih bersih, modern, dan berkelanjutan.


Leave a Reply