HARSYANEWS.ID, MAKASSAR — Gelaran Jelajah Sampah Makassar 2025 memasuki hari kelima dengan semangat kolaborasi yang semakin kuat. Kecamatan Ujung Pandang bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, komunitas peduli lingkungan, pelaku UMKM, serta masyarakat kembali menyatukan langkah untuk mendorong budaya pemilahan sampah dari rumah demi terwujudnya Makassar Bebas Sampah 2029.
Aksi bersih-bersih yang digelar hari ini berhasil mengumpulkan 217,23 kilogram sampah terpilah, terdiri dari berbagai jenis sampah anorganik bernilai guna. Selain itu, panitia turut memberikan apresiasi kepada para tokoh penggerak kebersihan yang selama ini aktif mengajak warga menjaga lingkungan di lingkungannya masing-masing.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan talkshow bertema “Sampah ta, tanggung jawab ta”, yang menghadirkan narasumber dari DLH Makassar, komunitas daur ulang, serta pelaku UMKM berbasis pengolahan sampah. Pesan utama dari diskusi ini menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga kebersihan bukan hanya berada di tangan pemerintah, tetapi merupakan peran kolektif seluruh masyarakat.

Berbagai komunitas daur ulang turut memeriahkan gelaran hari kelima ini, mulai dari edukasi pemilahan, demo pengolahan sampah, hingga pameran produk daur ulang. Partisipasi mereka semakin memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi gerakan bersama yang kreatif, produktif, dan berkelanjutan.
DLH Makassar melalui caption resminya kembali menyerukan ajakan kepada masyarakat:
“Sampah bukan hanya urusan pemerintah—ini tugas kita bersama. Mari jaga Makassar tetap bersih, hijau, dan nyaman.”
Dengan kolaborasi lintas sektor yang terus menguat, Jelajah Sampah Makassar 2025 diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.


Leave a Reply