Bappeda Makassar Turut Andil Dalam Pemberdayaan UMKM Melalui Rapat Forum Perangkat Daerah 2027

pemprov-sulsel

HARSYANEWS.ID, MAKASSAR – Bappeda Kota Makassar turut andil dalam menindaklanjuti program pemberdayaan UMKM dan koperasi pada Forum Perangkat Daerah Rencana Kerja 2027 oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar yang diadakan di Hotel Claro pada Selasa (3/2/2026).

Forum berlangsung dengan diskusi terbuka mengenai inklusivitas program, penguatan program koperasi hingga mrmbahas tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM.

Pertemuan tersebut membahas rencana pemberdayaan UMKM dan Koperasi melalui program Inkubator Bisnis Dinas Koperasi dan UKM Makassar yang bertujuan untuk mengembangkan kapasitas dan kemandirian UMKM serta produktivitas koperasi sehingga dapat menyokong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Muhammad Fuad Arfandi selaku Sekretaris Bappeda Kota Makassar yang hadir sebagai salah satu pembicara menyatakan bahwa dari 42 poin program prioritas Pemerintah Kota Makassar, Dinas Koperasi dan UKM punya peran strategis dalam 5 poin.

“Poin-poin ini termasuk pemberian akses modal usaha UMKM, membentuk gerai UMKM pada 153 kelurahan, pembinaan kelompok usaha unggulan berbasis RW, penciptaan 10 titik akses PKL dan pemberdayaan ekonomi wilayah tempat pembuangan umum,” paparnya.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Makassar, Fathur Rahim.

Dalam sambutannya, Fathur menegaskan pentingnya forum ini dalam mendukung visi-misi Kota Makassar. Menurutnya, koperasi dan UMKM memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi kota, sejalan dengan arahan pemerintah pusat.

“Kegiatan ini sangat penting karena berkaitan erat dengan peningkatan UMKM di Kota Makassar. Apalagi, pertumbuhan ekonomi Makassar terakhir sudah mencapai 5 persen,” ucapnya.

Fathur juga menekankan bahwa koperasi harus menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Di samping itu, ia mengapresiasi inovasi-inovasi yang lahir dari Makassar dan berkontribusi hingga ke tingkat nasional, terutama melalui Inkubator Center yang terus berkembang.

“Jika koperasi kita sehat dan berkembang, itu menjadi jaminan bagi peningkatan ekonomi daerah. Forum ini diharapkan bisa menghasilkan kebijakan yang relevan dengan tantangan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Muh Rheza, menegaskan fokus utama pemerintah adalah memastikan koperasi tetap sehat dan mendorong digitalisasi koperasi juga UMKM.

“Kita ingin koperasi yang sudah ada tetap sehat, sekaligus mendorong digitalisasi karena ini tuntutan zaman. Dengan adanya Inkubator Center, kita harapkan kualitas UMKM semakin meningkat,” jelasnya di sela-sela wawancara, siang dikutip dari laman Pemerintah Kota Makassar.

Ia menambahkan bahwa pada tahun lalu, lebih dari 3.000 UMKM telah masuk dalam program pra-inkubasi.

Dan dalam RPJMD lima tahun terakhir mencapai 3.000-an lebih. Jumlah ini terus bertambah dan diharapkan semakin banyak UMKM yang berkembang serta mampu bersaing di era digital.

Leave a Reply