Bontoala Unjuk Kolaborasi: 299,45 Kg Sampah Terkumpul pada Jelajah Sampah Makassar Hari Ke-6

Source Instagram DLH Makassar

pemprov-sulsel

HARSYANEWS.ID, MAKASSAR – Jelajah Sampah Makassar 2025 memasuki hari keenam dengan Kecamatan Bontoala sebagai tuan rumah kegiatan. Aksi kolaboratif ini kembali menjadi bukti kuatnya komitmen menuju Makassar Bebas Sampah 2029.

Kegiatan yang berlangsung pada hari ini dibuka oleh Camat Bontoala bersama Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar. Dalam sambutannya, keduanya menegaskan kembali pentingnya membangun budaya memilah sampah dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga.

Aksi bersih-bersih yang melibatkan warga, komunitas, serta perangkat kecamatan menghasilkan 299,45 kilogram sampah yang terkumpul dalam 38 karung. Jumlah ini menjadi bukti nyata semangat dan kepedulian masyarakat Bontoala dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kemeriahan kegiatan semakin lengkap dengan hadirnya sejumlah tenant penggiat lingkungan, di antarnya:

  • Manggala Tanpa Sekat

  • Rumah Kreasi Ceceng

  • Tumpuk Sampah

  • Payabo

Mereka memberikan edukasi kreatif terkait daur ulang, pengolahan eco-enzyme, hingga pengurangan sampah berbasis rumah tangga.

Rangkaian acara juga menampilkan sesi talkshow bersama:

  • Dr. Eng Irwan Ridwan Rahim, S.T., M.Si (Dewan Lingkungan)

  • Juardi, SE (Sub Koordinator Edukasi, Promosi, Monitoring & Evaluasi Persampahan DLH Makassar)

Keduanya memaparkan edukasi berkelanjutan, regulasi persampahan, serta informasi terkait lomba kelurahan yang tengah berjalan. Peserta juga mendapatkan pengalaman langsung melalui workshop “Langkah Kita” dari Rappo: Recycle Plastic, yang mengajarkan langkah-langkah pengolahan plastik secara ramah lingkungan.

DLH Makassar melalui caption resminya menegaskan bahwa semangat kolaborasi seperti inilah yang akan menjadi fondasi kuat untuk mencapai target Makassar Bebas Sampah 2029. “Bersama-sama, kita melangkah menuju kota yang lebih bersih, cerdas, dan berkelanjutan,” tulis akun resmi @dlh_makassar dalam rilisnya.

Dengan berbagai edukasi, aksi langsung, serta partisipasi aktif masyarakat, Kecamatan Bontoala kembali membuktikan bahwa perubahan besar selalu bermula dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

Leave a Reply