HARSYANEWS.ID, MAKASSAR — Komitmen, kebersamaan, dan kerja keras Satgas Kebersihan Kecamatan Panakkukang kembali menunjukkan hasil nyata. Melalui pilot project pengelolaan sampah organik, kecamatan ini sukses memproses 1–2 ton sampah per hari menggunakan maggot sebagai solusi pengolahan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di wilayah perkotaan, sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah organik menjadi sumber ekonomi baru.
Dalam aksi bersih yang digelar hari ini, Satgas Kebersihan berhasil mengumpulkan 58,7 kilogram sampah. Capaian tersebut menjadi simbol harapan untuk menjadikan perilaku bersih sebagai budaya baru masyarakat Makassar.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar menyampaikan bahwa program pengelolaan sampah berbasis edukasi ini akan dikembangkan ke 15 kecamatan. Fokus utama program ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai pola implementasi yang efektif, sehingga setiap kecamatan dapat mengoptimalkan potensi pengelolaan sampah menjadi peluang ekonomi.
“Kami berharap setiap kecamatan mampu menjadikan pengelolaan sampah sebagai potensi ekonomi yang kuat, tidak hanya sekadar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para motivator dan komunitas kreatif yang aktif memberikan edukasi dan inovasi, seperti Tumpuk Sampah, Rumah Kreasi Ceceng, Payabo’, Kelapana Sulawesi, dan M Giv Toys. Kolaborasi ini dinilai menjadi energi positif dalam menggerakkan perubahan perilaku masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Makassar.


Leave a Reply